Senin, 02 September 2013

role play hiperemesis gravidarum :)

Sepasang suami istri datang ke bidan praktek swasta pada tanggal 9 juni 2012 jam 09.00 pagi
Nyonya G         : (datang ke BPS)
                        “Assalammu’alaikum wr.wb”
Bidan S             : “Walaikumsalam, selamat pagi bu ( sambil menjemput ibu)
silahkan masuk”
Nyonya G         : (masuk)
Bidan S                        : “silahkan duduk ibu,oya nama ibu siapa ?”
Nyonya G         : “Guminten buk …”
Bidan S                        : “Saya panggil ibuk atau guminten”
Nyonya G         : “ibuk aja buk bidan”
Bidan S                        : “Ibuk ada apa datang kesini ? ada yang bisa saya bantu buk ?”
Nyonya G         : “Iya buk, kemaren kan saya dirawat 2 minggu karena mual dan muntah yang berlebihan sekarang kondisi saya,sudah hampir baik,kemudian dokter memperbolehkan saya pulang tapi dokter menyarankan untuk control ke bidan buk.”

Sabtu, 31 Agustus 2013

perdarahan post partum



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Perdarahan setelah melahirkan atau post partum hemorrhagic (PPH) adalah konsekuensi perdarahan berlebihan dari tempat implantasi plasenta, trauma di traktus genitalia dan struktur sekitarnya, atau keduanya.
Diperkirakan ada 14 juta kasus perdarahan dalam kehamilan setiap tahunnya paling sedikit 128.000 wanita mengalami perdarahan sampai meninggal. Sebagian besar kematian tersebut terjadi dalam waktu 4 jam setelah melahirkan. Di Inggris (2000), separuh kematian ibu hamil akibat perdarahan disebabkan oleh perdarahan post partum.
Di Indonesia, Sebagian besar persalinan terjadi tidak di rumah sakit, sehingga sering pasien yang bersalin di luar kemudian terjadi perdarahan post partum terlambat sampai ke rumah sakit, saat datang keadaan umum/hemodinamiknya sudah memburuk, akibatnya mortalitas tinggi.3Menurut Depkes RI, kematian ibu di Indonesia (2002) adalah 650 ibu tiap 100.000 kelahiran hidup dan 43% dari angka tersebut disebabkan oleh  perdarahan  post partum.

Kamis, 22 Agustus 2013

INTRAUTERIN GROWTH RETARDATION (IUGR)



TUGAS ASUHAN KEBIDANAN PATOLOGIS
INTRAUTERIN GROWTH RETARDATION (IUGR)





Oleh :
Kelompok : 14
1.      Defi Anggraini
2.      Nindi Sulandari



Dosen pembimbing : Devi Syarief S.SiT, M.Keb






STIKes MERCUBAKTIJAYA PADANG
2013

proses terjadinya bayi


Standar Pelayanan Kebidanan




STANDAR PELAYANAN KEBIDANAN

Standar Pelayanan Kebidanan meliputi 24 standar , yang dikelompokan menjadi 5 bagian besar – yaitu :
A.    Standar Pelayanan Umum (2 standar)
B.     Standar Pelayanan Antenatal (6 standar)
C.     Standar Pelayanan Persalinan (4 standar)
D.    Standar Pelayanan Nifas (3 standar)
E.     Standar Penanganan Kegawatdaruratan Obstetri-neonatal (9 standar)

A.                DUA  STANDAR PELAYANAN UMUM

1.         STANDAR 1 : Persiapan Untuk Kehidupan Keluarga Sehat
Bidan memberikan penyuluhan dan nasehat kepada perorangan, keluarga dan masyarakat terhadap segalan hal yang berkaitan dengan kehamilan, termasuk penyuluhan kesehatan umum (gizi, KB, kesiapan dalam menghadapai kehamilan dan menjadi calon orang tua, persalinan dan nifas).
Tujuannya adalah memberikan penyuluhan kesehatan yang tepat untuk mempersiapkan kehamilan yang sehat dan terencana serta menjadi orang yang bertanggungjawab.
Dan hasil yang diharapkan dari penerapan standar 1 adalah masyarakat dan perorangan dapat ikut serta dalam upaya mencapai kehamilan yang sehat. Ibu,keluarga dan masyarakat meningkat pengetahuannya tentang fungsi alat-alat reproduksi dan bahaya kehamilan pada usia muda.Tanda-tanda bahaya kehamilan diketahui oleh masyarakat dan ibu.

Sectio caesarea

ibu nifas dengan Sectio caesarea



MAKALAH ASUHAN KEBIDANAN PADA MASA NIFAS
(IBU DENGAN SECTIO CAESAREA)







OLEH
KELOMPOK 6
Gena alvionita
Ikhfa wirnis
Nailis sovia
Nindi sulandari
Novia artikasari
Rori karmilasari

Dosen pembimbing : Ety Aprianti, SKM